Semua Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Mendaki Kawah Ijen

Banyuwangi 7 Apr 2021
At Kawah Ijen volcano on Java, sulfur is burning with blue flames. Volcano photographer Marc Szeglat hiked the volcano several times, and spend some nights in the crater.
Photo by Marc Szeglat / Unsplash

Setelah hampir satu tahun ditutup karena covid-19, akhirnya Kawah Ijen dibuka lagi untuk umum.

Kawah Ijen terkenal hingga ke mancanegara karena fenomena langkanya, yaitu Blue Fire (Api Biru) yang hampir selalu ada. Penampakan menyerupai kompor raksasa ini terlihat seperti pemandangan dalam dongeng.

Kenapa disebut fenomena langka? Karena hanya ada dua di dunia, yaitu di Banyuwangi (Indonesia) dan Nordik (Islandia). Namun, Blue Fire kita jauh lebih populer karena Blue Fire di Nordik tidak bisa diprediksi kapan munculnya.

Blue Fire
Photo by Zongnan Bao / Unsplash


Blue fire (api biru) sebenarnya bukanlah api, karena merupakan reaksi gas sulfat belerang bersentuhan dengan oksigen. Saat terjadi pembakaran gas, Blue Fire pun tercipta dan menari di depan mata para wisatawan yang berkunjung.

Ijen crater in Banyuwangi, East Java, Indonesia. Moody mountain views in the early morning.
Photo by Fariez Nurkholiq / Unsplash

Harta karun alam lain yang berada di Kawah Ijen adalah danau asam terbesar di dunia. Danau Kawah Ijen yang berwarna biru kehijauan ini berukuran sekitar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman sekitar 200 meter.

hike to the top to find the sun
Photo by Nanda Dian Pratama / Unsplash

Dari puncak kita bisa menikmati Sunrise Of Java yang terkenal dengan pemandangan laut pulau Bali. Ujung Raung, Suket, dan Ranti yang mengelilingi Kawah Ijen pun terlihat dengan jelas.

Sulphur miner, Kawah Ijen, East Java, Indonesia
Photo by Jomoboy Photography / Flickr

Belerang menjadi salah satu mata pencarian warga sekitar. Jangan heran kalau kamu sering berpapasan dengan para penambang saat mendaki Kawah Ijen.

Nah, artikel ini akan padat dengan informasi yang kamu butuhkan sebelum menikmati keindahan Kawah Ijen secara langsung.

Tips Sebelum Berkunjung Ke Kawah Kawah Ijen

Adventuring flatlay
Photo by Dariusz Sankowski / Unsplash

Sering kali kita melupakan hal penting saat berpetualang ke suatu tempat. Umumnya, kita lupa membawa pacar (canda, Mblo :p), kebutuhan dasar, hingga perlengkapan yang sesuai dan memadai. Padahal kita akan mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman bertualang! *eh, jadi nyanyi 😆

Persiapan

1. Jaket gunung atau jumper (baju sweater). Suhu di Kawah Ijen bisa mencapai 10 sampai 3 derajat celcius loh!

2. Sepatu atau sandal gunung yang anti licin/slip. Medan pendakian cukup licin, gunakanlah alas kaki yang aman untuk mendaki.

3. Sarung tangan dan topi kupluk. Selain untuk menghangatkan, sarung tangan juga dapat membantu saat kamu harus berpegangan pada batu yang tajam. Kamu dapat membelinya langsung di warga lokal setempat saat berada di area parkiran Paltuding.

4. Masker 3M. Tidak ada yang tau kapan gas beracun Kawah Ijen muncul, Sebaiknya gunakan Masker Gas 3M yang bisa kamu beli secara online atau bisa kamu sewa dari jasa tour guide.

Photo by Canva.com

5. Obat-Obatan. Ini vital, terutama jika kamu mengidap penyakit tertentu seperti asma. Tidak ada apotek di puncak Gunung!

Jangan lupa obat tetes mata, karena akan sangat membantu jika mata kamu terkena asap atau debu saat kamu mendaki Kawah Ijen.

6. Head lamp atau lampu kepala. Supaya gerakan kamu jadi lebih leluasa.  

Transportasi Menuju Kota Banyuwangi

Sebelum pergi ke Kawah Ijen, kamu tentu harus pergi menuju ke Banyuwangi. Berikut ini ada beberapa moda transportasi yang bisa kamu pilih untuk menuju ke Kota Banyuwangi, yaitu :

BUS

Jika dari Bali, pilihlah bus yang menuju Pelabuhan Gilimanuk. Lalu kamu bisa melakukan penyeberangan menggunakan kapal feri dari Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang.

Setelah sampai di pelabuhan Ketapang, kamu bisa memesan grab / taxi online untuk menuju Banyuwangi. Namun hati-hati memesan grab/taxi online di sekitar pelabuhan, karena beberapa oknum tidak senang akan hal tersebut.

Jika dari Jawa Timur-Tengah, kamu bisa memilih bus dengan tujuan Terminal Karangente, yang berada di pusat kota. Ini jauh lebih murah dan mudah.

Tarif bus berkisar Rp100.000 - Rp150.000

KERETA API

A Train with CC 206 Locomotive passing by Manggarai Station
Photo by Fachry Aiko / Unsplash

Ada dua stasiun kereta di Banyuwangi, yaitu stasiun Banyuwangi Baru (di sekitar pelabuhan) dan Banyuwangi Kota (pusat kota) yang dulunya bernama Stasiun Karangasem.

Jadi, jangan kaget kalau di Google Maps namanya Stasiun Karangasem sementara di aplikasi booking tiket adanya Banyuwangi Kota. Jangan sampai salah yah!

Pastikan untuk memilih Tujuan Banyuwangi Kota, karena stasiun Banyuwangi kota berada di pusat kota, aksesnya bisa lebih mudah dan murah. Kamu juga bisa menyewa motor di sekitar stasiun Banyuwangi kota dengan kisaran harga Rp75,000 - Rp100,000/hari.

Kamu dapat memesan taxi online dengan berjalan beberapa meter dari stasiun. Kalau sedang santai, coba mampir di Palm Sugar Cafe yang berada dekat stasiun Banyuwangi Kota. Saran saya, coba nikmati smoothies, salad atau menu makanan andalan mereka yang lain.

Setelah selesai, pesanlah taksi online dari stasiun menuju tempatmu menginap.

PESAWAT

The view after take off from tanjung pinang
Photo by Yulia Agnis / Unsplash

Hanya ada satu Bandara di Banyuwangi, yaitu Banyuwangi International Airport. Transportasi umum sama sekali tidak ada di sini, jadi pastikan kamu sudah memberitahukan penginapan yang kamu pesan untuk opsi transportasi yang ada.
Kamu juga bisa menghubungi Avrila Transport selaku jasa transportasi yang tepercaya.

Rekomendasi Penginapan

Pool with a view
Photo by Stephen Ross / Flickr

Saya sarankan kamu untuk mengambil penginapan di area Kecamatan Licin, karena letaknya berada tepat diantara Kota dan Kawah Ijen.

Dari Kota ke Kawah Ijen membutuhkan waktu sekitar 90 menit, sedangkan dari Licin ke Kawah Ijen hanya membutuhkan waktu 30-45 menit. Kamu bisa lebih santai dan hemat waktu.

Daerah Licin berada di ketinggian 500+ mdpl, cukup sejuk dan asri. Ada banyak penginapan berupa Vila, Hotel, dan Homestay seperti Grand Harvest, Joglo Ijen, Ijen Resort dan Micasa guest house.

Jagir-Indah-Waterfal#16221A
Photo by Kevin Wenning / Flickr

Ada beberapa pemandangan menarik di sekitarnya, seperti perkebunan kopi dan karet, serta hutan pinus. Ada juga air terjun dan pemandian dari mata air. Tempat ini menjadi tempat favorit para wisatawan, loh, karena terlihat seperti Ubud zaman dahulu.

Video by Fauzi Tour Travel / Youtube

Ingin merasakan suasana desa? Kamu bisa menginap di Desa Banjar. Desa ini suasananya sangat sejuk. Kamu akan disuguhi pemandangan sawah terasering, Kawah Ijen, dan juga Gunung Ranti.


Kamu pun bisa mengikuti aktivitas warga desa, seperti proses pembuatan gula merah, batik banjarwangi, memasak sego lemang, bahkan bermain musik tradisional bersama warga desa.

Dua homestay populer di AirBnB, Agus Hidden Homestay dan Homestay Pak Badi, bisa kamu jadikan opsi tempat beristirahat. Untuk info lebih lengkap seputar penginapan ini, silakan hubungi Mas Agus selaku warga Desa Banjar Banyuwangi. Booking secara langsung tentu lebih murah, loh.

Transportasi Menuju Kawah Ijen

Trooper 4x4
Photo by Sony Dwi Fajrian / Flickr

Berikut informasi buat kamu yang masih bingung soal transportasi untuk ke Kawah Ijen. Sesuaikan saja dengan budget kamu, ya!

TROOPER (SUV)
Ini adalah pilihan primadona para wisatawan, karena sangat enteng dalam melintasi jalur tanjakan menuju Kawah Ijen.

Jip jenis ini dapat menambah kesan dalam bertualang. Kamu bisa sewa trooper dan jasa driver melalui Yukbanyuwangi atau Agus Avrila dengan harga sekitar Rp 500.000 - Rp 600.000.

MOTOR
Motor umum digunakan oleh para solo traveler untuk menghemat budget perjalanan. Kamu bisa menghubungi Mas Rahmat selaku pemilik Tempat sewa motor di sekitar stasiun Banyuwangi Kota.

Tetapi perlu diingat! Hati-hati menggunakan motor matic, karena rentan mengalami rem blong saat melintasi jalur penurunan Kawah Ijen.

MOBIL (MPV)
Kamu juga bisa sewa mobil jenis MPV dan jasa driver dengan biaya Rp500,000-Rp650,000/hari, bergantung tipe mobilnya. Mobil yang kamu sewa dapat menjemput juga mengantar kamu ke terminal.

OPEN TRIP ATAU SHARING TOUR
Mengikuti sharing tur bisa menjadi opsi untuk kamu yang ingin nyari gebetan, eh, teman jalan maksudnya. 😆

Penyedia layanan open trip/sharing tour akan menjemput kamu di penginapan, menyediakan tour guide saat mendaki di Kawah Ijen, serta perlengkapan dasar seperti masker dan senter. Mereka juga mengantar kamu kembali ke penginapan. Harga jasa mereka berkisar antara Rp.150,000 hingga Rp.300,000.

Sayangnya saat ini tidak banyak yang punya standarisasi kesehatan memadai. Tetapi kamu bisa coba menghubungi Mas Fiqi selaku pemilik @opentripijen dan @discoverbanyuwangi

OJEK
Selain cukup aman, juga dapat menjadi pilihan untuk menghemat budget. Dengan harga berkisar Rp150,000- Rp200,000 kamu sudah bisa PP Kawah Ijen.

Jika tertarik, kamu bisa menghubungi Pak Hamid yang menyediakan Jasa Ojek sekaligus private tour guide dengan biaya hanya Rp300.000 saja.

Harga Tiket Masuk & Jam Operasional

Harga tiket masuk Kawah Ijen dibedakan antara hari libur dan hari biasa, serta antara wisatawan domestik dan internasional.

Pengelola TKA Kawah Ijen juga memberlakukan pembatasan kuota pengunjung harian dengan kewajiban memesan tiket secara online.

Tiket Domestik: Hari biasa Rp5,000, Hari Libur Rp.7500
Tiket Internasional: Hari biasa Rp100,000, Hari Libur Rp150,000
Jam operasional: Setiap hari, mulai pukul 03.00 sampai batas waktu yang ditentukan.

Catatan:

  • Untuk tujuan untuk fotografi, wajib membayar Rp250,000
  • Membawa handycam/drone wajib membayar Rp1,000,000
  • Untuk keperluan shooting atau video komersil wajib membayar Rp10,000,000
  • Kawah Ijen tutup setiap minggu pertama awal bulan, sehubungan dengan agenda rutin Ijen rijik atau Ijen bersih bebas sampah. Pastikan selalu update informasi Kawah Ijen di official account Kawah Ijen di instagram.


Fasilitas Kawah Ijen

Paltuding Rest Point

Fasilitas di Kawah Ijen tergolong lengkap, karena daerah ini ramai didatangi pengunjung hampir setiap malam.

Toilet

Tentu ada fasilitas toilet di Kawah Ijen, walau dengan jumlah cukup terbatas dan kadang tidak sebanding dengan jumlah wisatawan yang tengah berkunjung.

Warung

All the baiscs catered for at a shop at Pos Paltuding.
Photo by Aaron K Hall / Flickr 

Terdapat warung di area pos Paltuding Kawah Ijen. Warung kecil juga dapat ditemui di tiap pos pendakian Kawah Ijen. Kamu bisa berhenti sejenak menghangatkan tubuh dengan membeli makanan ringan, kopi ataupun teh hangat.

Lokasi Parkir

Lokasi parkir cukup luas. Biaya parkir roda dua sebesar Rp 5,000 dan Rp 10,000 untuk roda empat.

Camping Ground

Kamu cukup membayar Rp5,000 untuk area camping ground di Kawah Ijen. Sebenarnya ada tempat penyewaan tenda, tapi ada kemungkinan tendanya sudah disewa semua karena jumlahnya yang terbatas. Sebaiknya bawa peralatan camping sendiri, yah!

Taksi Kawah Ijen

Walau namanya "taksi", sebenarnya ini adalah gerobak yang dimodifikasi agar menjadi aman dan nyaman. Menggunakan tenaga 2-3 orang untuk mendorong serta menariknya, taksi ini akan meringankan pendakian kamu menuju puncak Kawah Ijen.

Harga taksi berkisar Rp400,000-Rp600,000. Kamu bisa menghubungi penyedia jasa Taksi Kawah Ijen.

Sewa Peralatan Mendaki

Kamu bisa beli peralatan mendaki seperti masker gas, senter, topi kupluk hingga sarung tangan di area Paltuding.  

Kapan Waktu Terbaik Ke Kawah Ijen?

Photo by Khamkéo Vilaysing / Unsplash

Bulan April sampai Oktober adalah waktu terbaik ke Kawah Ijen. Kenapa? Karena ini merupakan waktu di mana posisi rotasi matahari berada tepat di sebelah pulau Bali sehingga matahari yang terbit dari laut dapat terlihat dengan jelas. Cantik sekali.

Curah hujan pun lebih rendah dari bulan-bulan lainnya, sehingga perjalanan kamu akan terasa lebih ringan.

Periksalah cuaca sebelum kamu merencanakan pendakian ke Kawah Ijen. Hindarilah akhir pekan jika kamu tidak suka tempat ramai, plus kamu bisa mendapatkan tiket lebih murah.

Penutup

Saya adalah seorang traveler yang berkecimpung dalam dunia pariwisata di Banyuwangi selama 3 tahun terakhir

Tujuan saya menulis artikel yang panjang ini adalah untuk berbagi sebanyak-banyaknya informasi penting seputar destinasi wisata yang saya ketahui. Banyak informasi penting dan lengkap justru ditulis dalam Bahasa Inggris. Semoga saja tulisan saya ini dapat bermanfaat terutama bagi wisatawan domestik.

Selain itu, saya berkolaborasi dengan warga lokal yang mungkin dapat membantu mempermudah perjalanan kamu sekaligus menjaga perputaran ekonomi yang sehat, dengan harapan kita bisa mencapai sustainable tourism

Artikel ini masih jauh dari sempurna, jika ada informasi yang kurang jelas atau keliru, tolong hubungi saya untuk feedback juga masukannya.

Terima kasih sudah mampir, semoga perjalanan kamu menyenangkan!

Disclaimer:
Semua gambar dan video yang terdapat dalam postingan ini mengikuti aturan platform sumber gambar tanpa melanggar hak cipta. Kami juga sudah meminta izin kepada pihak bersangkutan untuk menggunakan asset gambar/video. Untuk keluhan seputar media silakan hubungi saya.

Tag

Rahmat Ramadhan Irianto

Di antara dengan Wyta Yulita

I'm collaborating with the locals to create sustainable tourism in Banyuwangi.

Mantap! Kamu telah berhasil berlangganan.
Mantap! Selanjutnya, selesaikan pembayaran untuk akses penuh.
Selamat datang kembali! Kamu telah berhasil masuk.
Sukses! Akun kamu telah aktif, sekarang kamu bisa mengakses semua konten.